Senin, 14 November 2016

Review Film "Patch Adam" (1998)




A. SINOPSIS

"Patch Adam" merupakan judul film yang diproduksi dan ditayangkan pada tahun 1998. Film ini diangkat dari kisah nyata seorang dokter dari Amerika. Bukunya sendiri pernah diterjemahkan oleh Bentang. Film ini dibintangi oleh Robin Williams yang berperan sebagai Hunter “Patch” Adams.

Hunter atau dikenal dengan Patch Adam, adalah seorang laki-laki yang mengalami depresi berat karena orang tuanya meninggal dunia dan sempat membuatnya putus asa dan melakukan percobaan bunuh diri. Beliau pun divonis mengalami gangguan jiwa dan dibawa ke Rumah Sakit Virginia, yaitu Rumah Sakit FAIRFAX.

Hari demi hari Beliau lewati dengan mengamati lingkungan serta kondisi pasien lain. Beliau dapat dikatakan cepat melakukan adaptasi terhadap situasi Rumah Sakit. Singkat cerita, pada suatu malam, Beliau pun berinteraksi dengan salah satu pasien yang mengalami sindrom kejeniusan, yaitu Arthur Mendelson. Arthur sendiri dulunya adalah seorang ilmuan yang membuat suatu penelitian, namun Beliau akhirnya mengalami depresi karena penelitiannya tersebut tidak dapat terbukti secara empiris. Di kamar Arthur tersebut, Beliau melihat Arthur yang sedang berkutat dengan rumus-rumus ilmiahnya. Bermula dari hal simple, yaitu dengan Hunter menutup lubang di gelas milik Arthur, ternyata membuat Arthur memperkenalkannya dengan Filosofi Berfikir Secara Potensial. Filosofi ini mengajarkan kita untuk berfokus untuk mencari solusi, bukan pada masalah yang dihadapi.

Filosofi ini akhirnya membuka pikiran Hunter dan menyadarkan bahwa Beliau tidak mengalami gangguan jiwa. Filosofi itu pun telah mengubah cara pandang dan berpikirnya. Saat Beliau kembali ke kamarnya, Beliau melihat Rudy, yang merupakan teman sekamarnya. Rudy sendiri mengalami depresi akibat trauma terhadap hewan kecil. Malam itu, Rudy tidak bisa diam karena ia ingin buang air kecil, namun ia berhalusinasi bahwa ia melihat "tupai" di kamar tersebut sehingga membuatnya takut beranjak dari tempat tidurnya menuju toilet. Melihat hal tersebut, Hunter berusaha membantu Rudy dengan memberi persuasi gambaran bahwa tupai adalah hewan yang tidak berdaya dan jinak, agar Rudy berani melewatinya. Namun, persuasi verbal saja tidak mempan bagi Rudy. Hunter pun mencoba cara lain, yaitu dengan mencoba masuk dalam halusinasi Rudy. Hunter bertindak seakan-akan mereka berdua membasmi "para tupai" tersebut sehingga akhirnya Rudy berani untuk pergi ke toilet. Dari kejadian itu, Beliau menyimpulkan bahwa pengobatan secara medis saja tidak cukup untuk menyembuhkan pasien, namun perlu adanya persuasi secara psikologi sehingga pasien merasa nyaman dan dapat pulih kembali ke keadaan semula.

Keesokan harinya, Hunter memutuskan untuk keluar dari Rumah Sakit tersebut dan mengganti namanya menjadi Patch Adam. Patch lalu mengambil sekolah jurusan kedokteran di Virginia Medical University. Terlihat dari kehidupan perkuliahannya, Patch adalah orang yang cerdas dan memaknai hidupnya lewat cara yang aneh dan unik yang tidak terpikir oleh orang lain. Patch sangat giat dalam menjalani study nya, Beliau tidak belajar secara teoritis berdasarkan dari buku-buku ataupun ilmu-ilmu tertulis, melainkan, Beliau belajar lewat percobaan sosial yang dilakukannya dengan seorang temannya, Truman Schiff.

Percobaan sosialnya ini tidak hanya Beliau terapkan kepada orang-orang disekitarnya, melainkan juga kepada pasien-pasien di rumah sakit. Beliau percaya bahwa misi seorang dokter tidak hanya mencegah pasien agar tidak meninggal, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup pasien dengan membuat pasien merasa masih layak untuk berjuang mempertahankan hidupnya.


Beliau mencoba menghibur pasien-pasien di rumah sakit, mulai dari anak-anak yang terkena kanker pankreas, hingga para lansia. Beliau menghibur mereka dengan cara yang konyol, namun hal tersebut berhasil dan membuat sang pasien tertular sisi semangat dan ceria Patch. Semua perawat sudah mengenalnya dan mereka bersedia untuk diajak bekerja sama. Namun, Patch tidak terlepas dari pengawasan Dean Walcott, yang merupakan dekan sekaligus pimpinan rumah sakit. Sebagai seorang mahasiswa, Beliau belum diperkenankan untuk bersinggungan langsung dan menangani pasien rumah sakit, sehingga hal ini membuatnya terancam Drop Out.

Sebenarnya dalam urusan akademik pun, Patch memiliki nilai mendekati sempurna, yaitu 98. Hal ini sempat membuat rekan mahasiswanya, Mitch Vroman mencurgiai dan mengadukan bahwa Beliau berbuat curang, karena Patch sama sekali tidak terlihat belajar, melaikan Beliau terlihat seperti sedang bersenang-senang. Mitch sendiri sangat cemburu dan iri terhadap prestasi Patch yang diraih tanpa usaha serius, tidak sepertinya yang hampir tidak memiliki waktu untuk melakukan hal lain selain belajar, belajar, dan belajar. Ia menilai bahwa Patch bertindak out of the box sehingga dapat mencoreng nama baik seorang dokter nantinya.

Pada tahun ketiga Patch mulai rutin mendatangi pasien secara terbuka. Sampai suatu saat Patch mendengar seorang ibu menangis di lobi rumah sakit karena anaknya tak bisa dirawat karena urusan “prosedur rumah sakit". Melihat hal ini, sisi sosial Patch kembali muncul yaitu lewat keinginannya untuk membuat klinik pengobatan gratis. Beliau mengungkapkan keinginannya tersebut kepada teman-temannya dan Carin, kekasihnya. Mereka semua berpikir bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang sulit untuk diwujudkan. Namun, dengan segala usaha dan kegigihannya, Patch berhasil mewujudkan semua hal tersebut, tentunya dengan bantuan teman-temannya tersebut.

Namun, kesabaran Patch kembali diuji. Beliau kehilangan Carin untuk selamanya, karena Carin dibunuh oleh salah satu pasiennya sendiri. Beliau merasa bersalah dengan kematian kekasihnya tersebut dan membuatnya sempat merasa down dan mempertanyakan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupnya. Untungnya, pikiran Patch segera jernih dan membuatnya kembali mengabdikan diri sebagai dokter di klinik gratisnya itu. Beliau juga kembali menghibur salah satu pasien yang Beliau temui di Rumah Sakit, yaitu seorang nenek tua yang pernah sedikit berbincang dengannya dahulu.

Melihat keberhasilan Patch, Dokter Dean Walcott merasa terancam dan melaporkan Patch dengan tuduhan membuka klinik bersalin tanpa izin dari pemerintah. Hal ini membuat Patch harus diadili di sebuah pengadilan negara yang dihadiri oleh rekan-rekan universitasnya, para dekannya, dan para mahasiswa/i kedokteran disana. Patch tidak membela diri, Beliau hanya menyampaikan tujuan dan maksudnya untuk menjadi dokter yang berhasil memahami pasiennya dan tetap berpegang teguh pada prinsipnya sebagai seorang dokter. Akhirnya persidangan tersebut ditutup dengan hasil kemenangan di pihak Patch. Film ini juga ditutup dengan berhasilnya Beliau memperoleh gelar Dokter dari Universitasnya.

B. PEMBAHASAN

Dari film ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa apapun yang dilakukan dengan sepenuh hati dan niat yang gigih akan membuahkan hasil yang setimpal. Semua yang kita lakukan dengan ketulusan, termasuk dalam melayani sesama manusia, akan berbuah manis bagi hidup kita kedepannya. Semua profesi di dunia membutuhkan sikap dasar "mau melayani" orang lain. Sebagai mahkluk sosial, kita tidak terlepas dengan adanya komunikasi antar sesama. Pendekatan merupakan salah satu jenis komunikasi untuk mempengaruhi cara pandang orang lain agar sesuai dan searah dengan cara pandang suatu individu. Jika pendekatan verbal (melalui kata-kata) dinilai tidak cukup, maka kita dapat melakukan pendekatan secara non-verbal (tindakan). Pendekatan non verbal sendiri merupakan buah dari rasa empati seseorang terhadap kondisi orang lain, dimana kita mau merasakan apa yang orang lain rasakan dan dapat memberi tindakan bantuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi orang tersebut.
Adanya konsistensi terhadap komitmen untuk mencapai suatu tujuan juga diperlukan jika seseorang ingin berhasil dikemudian harinya. Tidak memikirkan harus berapa lama, berapa susahnya, namun tetap berusaha untuk mencapai sebuah solusi/cita-cita yang akan diraih jika kita tetap bertekun dalam usaha yang kita jalani.

Rabu, 02 November 2016

Tugas Kelompok - Komunikasi Efektif

Tugas di minggu ke-7

1. Komunikasi yang efektif dalam Pelayanan
Contoh video: https://youtu.be/wyqfYJX23lg


Dari video tersebut, terlihat bahwa Front Officer memberikan pelayanan check-in hotel pada tamu. Terlihat dari tutur kata, performance/grooming, dan respon yang baik serta berbicara secukupnya, sesuai dengan kebutuhan informasi tamu dan sedikit berbasa basi dengan tamu agar tamu merasa enjoy sampai di hotel tersebut setelah menempuh penjalanan jauh. Menurut saya, hal-hal ini merupakan contoh komunikasi efektif di dunia perhotelan. Front Officer dapat menghandle kesalahan sistem reservasi kamar tamu yang tidak tercatat oleh pihak hotel dengan memberikan upgrade room kepada tamu tanpa charge tambahan. Tentunya penyelesaian kesalahan tersebut tidak merugikan tamu, serta tidak mengurangi tingkat kepuasan tamu. Front Officer memberikan penjelasan jelas mengenai fasilitas hotel dengan memberi brochure list dan menawarkan untuk menghubungi karyawan hotel jika membutuhkan bantuan dan informasi tambahan.

2. Komunikasi yang efektif menangani keluhan tamu
Contoh video: https://youtu.be/ybCxN86n61k


Dari video tersebut, terlihat terdapat seorang tamu yang marah karena dikecewakan oleh kualitas sepatu yang baru dibelinya, namun saat tamu tersebut mencoba memakainya di rumah, sepatu tersebut rusak dan tidak bisa digunakan. Tamu tersebut sangat membutuhkan sepatu tersebut untuk dipakai saat menghadiri pesta pernikahan. Untungnya, pelayan toko tersebut dapat menangani tamu dengan baik sesuai prosedur sehingga tamu tidak merasa dirugikan dan pihak toko pun tidak harus mengembalikan uang tamu tersebut. Pertama, pelayan toko dengan seksama memperhatikan keluhan tamu tanpa memotong keluh kesah tamu. Pelayan membawa tamu tersebut ke tempat yang lebih tenang agar tidak mengganggu kenyamanan tamu lain. Keduapelayan toko mengulangi keluhan tamu sehingga menandakan bahwa pelayan toko tersebut mengerti dan mendengarkan keluhan tamu. Ketigapelayan toko mencoba memahami keinginan tamu atas ketidakpuasannya terhadap sepatu yang dibelinya. Namun, karena keinginan tamu adalah pengembalian uang, dimana ketentuan toko adalah barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan, maka pelayan menawarkan pilihan lain. Keempat, pelayan toko menawarkan untuk memperbaiki sepatu tamu yang rusak dan berjanji bahwa sepatu tersebut telah selesai lusa dan akhirnya tamu pun dapat menyetujui saran pelayan tersebut.

3. Kesalahan komunikasi dalam pelayanan
Contoh video: https://youtu.be/HKvG2n-gNgo


Dari video tersebut, dapat terlihat miscommunication antara pekerja kantor dengan seseorang pria yang ingin mendaftar untuk interview dengan atasan kantor tersebut. Miscommunication terjadi karena pekerja kantor salah mendengar ucapan dari pria tersebut, mulai dari kesalahan nama serta jawaban "yes" yang diucapkan dan juga kesalahan memberikan petunjuk arah, yaitu saat menunjukan ruangan atasan kantor. Namun untungnya, maksud dan tujuan pria tersebut dapat terpenuhi sehingga akhirnya dapat melakukan interview.